Krisis Politik Paraguay: Presiden Dimakzulkan, Kini Ditahan
Presiden Paraguay Santiago Peña mengundurkan diri lalu dimakzulkan Senat setelah skandal kolapsnya Ueno Bank, bank digital terbesar negara itu yang terkait erat dengannya.
Admin

foto. https://www.catrawarta.com/
Asuncion - Paraguay tengah menghadapi salah satu krisis politik terbesarnya dalam beberapa tahun terakhir. Presiden Santiago Peña, yang sempat mengundurkan diri di tengah gelombang protes, kini dimakzulkan oleh parlemen dan menjalani penahanan terkait skandal perbankan yang mengguncang kepercayaan publik terhadap pemerintahannya.
Awal Mula: Kolapsnya Ueno Bank
Krisis ini bermula dari kolapsnya Ueno Bank, lembaga keuangan digital terbesar di Paraguay yang memiliki keterkaitan erat dengan pemerintahan Peña. Bank sentral Paraguay menyita bank digital tersebut setelah ditemukan masalah solvabilitas serius, sebuah langkah yang memicu krisis politik sekaligus mengancam reputasi negara itu sebagai tujuan investasi regional.
Skala dampaknya sangat besar. Ueno Bank, yang melesat dari perusahaan pembiayaan tak dikenal menjadi nama rumah tangga dalam kurun kurang dari lima tahun, mengklaim lebih dari 60 persen populasi dewasa Paraguay sebagai nasabahnya. Ketika bank ini dibekukan operasinya, jutaan nasabah mendadak kehilangan akses terhadap simpanan mereka.
Keterkaitan pribadi Peña dengan bank tersebut memperburuk krisis kepercayaan publik. Presiden sempat memiliki saham di Ueno Holding hingga menjelang masa jabatannya, dan tak lama setelah dilantik, ia menunjuk Carlos Carvallo, mantan eksekutif Ueno, untuk memimpin bank sentral negara itu. Keputusan ini kemudian dipandang sebagai konflik kepentingan yang serius setelah krisis pecah.
Protes Massal dan Pengunduran Diri
Kolapsnya bank ini memicu protes besar yang mengguncang ibu kota Asuncion selama berhari-hari. Warga yang kehilangan akses tabungan turun ke jalan menuntut pertanggungjawaban, sementara tekanan politik terhadap Peña kian menguat dari berbagai arah, termasuk dari internal partainya sendiri.
Pada 5 November 2026, Peña akhirnya mengumumkan pengunduran dirinya lewat sebuah video, dengan alasan perlu menjaga stabilitas negara di tengah protes massal dan perdebatan pemakzulan yang tengah berlangsung di parlemen. Namun langkah mundur ini tidak menghentikan proses hukum maupun politik yang sudah berjalan.
Dimakzulkan dan Ditahan
Senat Paraguay kemudian resmi memakzulkan dan mencopot Peña dari jabatannya. Pemungutan suara berlangsung bulat, dengan seluruh 44 senator yang hadir memilih setuju untuk mencopotnya. Setelah pemakzulan, Peña ditempatkan di bawah tahanan rumah selagi jaksa menyelidiki dugaan pelanggarannya terkait kolapsnya Ueno Bank.
Perkembangan terbaru menunjukkan eskalasi lebih lanjut dalam proses hukum terhadapnya. Mantan presiden itu kini menjalani penahanan praperadilan atas perintah hakim terkait skandal keuangan yang melibatkan Ueno Bank. Posisinya sebagai kepala negara kini digantikan oleh Wakil Presiden Pedro Alliana.
Dampak yang Lebih Luas
Krisis ini menjadi salah satu pukulan terbesar terhadap reputasi Paraguay sebagai tujuan investasi yang stabil di kawasan Amerika Latin, terutama di mata negara tetangga seperti Brasil yang menjadi salah satu sumber investasi asing utama. Kolapsnya Ueno Bank juga memicu resesi kepercayaan di sektor perbankan digital, memaksa otoritas keuangan negara itu meninjau ulang pengawasan terhadap lembaga keuangan non-tradisional.
Kasus Peña menjadi pengingat tentang risiko besar yang muncul ketika kepentingan politik dan bisnis saling bertautan terlalu erat, terutama di sektor yang menyangkut hajat hidup jutaan rakyat. Publik Paraguay kini menanti proses hukum lebih lanjut terhadap mantan presiden mereka, sembari berharap pemerintahan baru di bawah Alliana mampu memulihkan stabilitas ekonomi dan politik negara.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk berita ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!


