Ideologi GMNI

Marhaenisme Ajaran Bung Karno - Asas Perjuangan GMNI

Asas Perjuangan

Pengertian Marhaenisme

Marhaenisme adalah asas perjuangan GMNI yang digali oleh Bung Karno dari kondisi objektif bangsa Indonesia. Marhaenisme adalah Marxisme yang diterapkan sesuai dengan kondisi dan situasi di Indonesia.

Kaum Marhaen

Rakyat Indonesia yang tertindas dan dimiskinkan oleh sistem kolonialisme, imperialisme, dan kapitalisme (petani gurem, buruh kecil, nelayan, dan kaum miskin kota).

Kaum Marhaenis

Setiap pejuang yang sadar dan terorganisir untuk membela serta berjuang bersama kaum Marhaen guna melenyapkan penindasan manusia atas manusia.

Tiga Unsur Pokok

Trilogi Marhaenisme

01

Sosio-Nasionalisme

Nasionalisme yang berperikemanusiaan - mencintai bangsa sendiri tanpa membenci bangsa lain. Menolak kolonialisme, imperialisme, dan chauvinisme dalam segala bentuknya.

Nasionalisme yang menempatkan nilai-nilai kemanusiaan di atas segalanyaMenolak penjajahan dan penindasan antar-bangsa tanpa pengecualianPersatuan nasional yang inklusif melampaui sekat suku, agama, dan kedaerahan
02

Sosio-Demokrasi

Demokrasi yang memiliki watak sosial - bukan hanya demokrasi politik formal, tetapi juga demokrasi ekonomi yang menolak penghisapan dan ketimpangan oleh kaum pemilik modal.

Demokrasi politik yang berjalan beriringan dengan demokrasi ekonomiMenolak kapitalisme liberal yang hanya menguntungkan segelintir pemilik modalKedaulatan rakyat dalam bidang politik, ekonomi, dan kebudayaan secara nyata
03

Ketuhanan Yang Maha Esa

Ketuhanan yang berkebudayaan, berbudi pekerti luhur, dan theis - menempatkan nilai-nilai spiritualitas sebagai fondasi moral perjuangan, bukan sebagai pemisah antar manusia.

Keyakinan kepada Tuhan yang menguatkan persatuan, bukan memecah-belah bangsaSpiritualitas yang mendorong keberpihakan kepada yang lemah dan tertindasMoral perjuangan yang berakar pada nilai-nilai luhur kemanusiaan universal
Lima Prinsip Kader

Pancalogi GMNI

1

Ideologi

Marhaenisme sebagai kompas arah gerak setiap kader - acuan dasar pokok dalam perumusan format dan pola operasional pergerakan.

2

Revolusi

Orientasi pada perubahan nilai-nilai kemasyarakatan secara mendasar - revolusi cara pandang, revolusi pikiran, bukan sekadar pergantian kekuasaan.

3

Organisasi

Perjuangan GMNI adalah perjuangan terorganisir yang dilakukan secara sadar, disiplin, dan sesuai dengan ideologi dan doktrin organisasi.

4

Studi

Sebagai organisasi mahasiswa, titik berat perjuangan terletak pada aspek studi. Amanat Penderitaan Rakyat (AMPERA) harus menjadi fokus pelaksanaan studi.

5

Integrasi

Perjuangan GMNI senantiasa tidak terlepas dari perjuangan rakyat semesta. Setiap kader harus selalu berada di tengah-tengah rakyat yang berjuang.

Metode Gerak

Machtsvorming & Machtsawending

Tahap 1

Machtsvorming (Penggalangan Kekuatan Rakyat)

Membangun, memperkuat, dan mengorganisir kekuatan rakyat secara masif dan sistematis sebagai basis gerak perjuangan.

Tahap 2

Machtsawending (Penggunaan Kekuatan Rakyat)

Menggunakan kekuatan rakyat yang telah terorganisir untuk memenangkan kedaulatan dan transformasi tatanan masyarakat yang lebih adil.

GMNI berjuang secara nonkooperatif dengan penguasa yang bertentangan dengan kepentingan rakyat - tidak berkompromi dengan sistem yang menindas kaum Marhaen.
Doktrin Pokok

Tiga Doktrin Pokok GMNI

Pidato Lahirnya Pancasila 1 Juni 1945

Pidato Bung Karno yang melahirkan lima sila Pancasila sebagai dasar negara dan filsafat perjuangan bangsa Indonesia.

Pembukaan UUD 1945

Amanat konstitusional yang menegaskan kemerdekaan adalah hak semua bangsa dan penjajahan harus dihapuskan dari muka bumi.

Pancalogi GMNI

Lima prinsip gerak kader GMNI: Ideologi, Revolusi, Organisasi, Studi, dan Integrasi yang tidak terpisahkan.